Sunday

luahan hati anak patani






Derap kakiku menyelusuri jalan

Tenang ku bersendiraian dalam kebisuan

ada suara yang menyapa, tanah yang kupijak

seolah-olah berbicara

tahukah kamu tanah ini adalah milikmu

ya..aku tahu ..tanah ini memang milikku

tetapi itu dahulu, itu dahulu


Disebalik bumi subur menghijau

kulihat tanah bersimbah darah

langit cerah dihiasi beburung berkicauan

hakikatnya mendung berhujan airmata

dimata si ibu yang penuh kasih saying

tersirat penderitaan dan pengharapan


cangkul ditangan sang ayah

sekedar menyembunyikan pedang jihad

yang bakal terhunus

kulihat anak2 yang ceria

akan kelabuhkah masa depan mereka?

Diwajah tua yang sedang mengira

detik menghadap tuhan

Masi tersemat persoalan

sempatkah aku mengecap kemerdekaan

akan berterusankah perjuanganku

yang belum aku selesaikan


Tiada guna segulung ijazah jika minda anak muda masih terjajah

Tiada guna kereta mewah jika pejuang masih bermandi darah

Tiada guna rumah yg besar jika maruah bangsaku masih dipijak-pijak

Tiada guna keluarga bahagia jika umatku masih masi teraniaya


Apakah benar itu kebahagian?

Sedangkan detik demi detik satu persatu satu

saudaraku gugur di medan perang.


Singkapi mulianya kesetiaan Fatimah

Sayap kiri sang suami,

Renungi hebatnya keberanian

Asma si srikandi,


Susuri agungnya sejarah pengorbanan

Khadijah istri yang suci,

hidupkan kembali roh kepahlawanan

Abu bakar as-siddiq dalam jwa,

Melangkahlah dengan cinta syahid

Khalid al-walid,


Gentarkan musuh dengan kegarangan umar al-khattab,

Runtuhkan kubuh penjajah dengan ngauman

Hamzah sang singa Allah.




sumber.
member facebook..

Read More......

pengajaran dari satu tamparan.......

Ada seorang pemuda yang lama belajar di luar negeri kembali ke tanahair dengan angkuh dan sombong. Di dalam benak kepalanya telah lama tersimpan 3 pertanyaan yang dianggapnya tiada siapa yang boleh menjawab.

Satu hari beliau bertemu seorang imam tua di kampungnya. Pemuda: Pak imam apakah boleh menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

Pak Imam: Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan kamu!

Pemuda: Pak Imam yakin? Profesor dan banyak orang pintar yang saya tanya tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Pak Imam: Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya, insya’Allah.

Pemuda: Saya ada 3 pertanyaan. Pertama, kalau benar Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya?

Kedua, apakah yang dinamakan Takdir dan ketiga, kalau syaitan diciptakan dari api, kenapa mereka dimasukkan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Dengan sepontan Pak Imam tersebut menampar pipi si Pemuda itu dengan amat kuat. Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa Pak Imam marah kepada saya?

Pak Imam: Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawapan saya untuk 3 pertanyaan yang awak tanyakan kepada saya.

Pemuda: Saya amat tidak faham…??

Pak Imam: Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda: Tentu saja saya merasakan sakit dan pedih…!!

Pak Imam: Jadi awak percaya bahwa sakit itu ada?

Pemuda : Ya….!

Pak Imam: Tunjukan pada saya ujudnya sakit itu atau macam mana rupanya?

Pemuda: Tak boleh Pak Imam…!!!

Pak Imam : Itulah jawapan kepada pertanyaan pertama awak, kita semua merasakan kewujudan Tuhan itu tanpa mampu melihat kewujudanNya.

Pak Imam : Adakah malam tadi awak bermimpi atau telah tahu saya akan menampar awak?

Pemuda : Tidak….!!?

Pak Imam : Apakah awak pernah terfikir akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?

Pemuda : Tidak….!!!?

Pak Imam : Itulah yang dinamakan TAKDIR!

Pak Imam : Dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar awak ini dibuat?

Pemuda : Kulit dan daging…!!!

Pak Imam: Terbuat dari apakah pipi awak itu…?

Pemuda: Kulit dan daging….!!!??

Pak Imam : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda: Sakit dan pedih….!!!?

Pak Imam : Itulah…! Walaupun Syaitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan jadilah ia tempat yang menyakitkan untuk syaitan…. walaupun sama unsur asalnya…!!

Pemuda: Allahuakbar!

Islam tetap dijulang walaupun ia ditentang…..itulah janji Allah.



copy n paste..

Ummu Zufar' notes

Read More......